CILEGON, smkypwkscilegon.sch.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMK YPWKS Cilegon di kancah kepalangmerahan tingkat regional. Dalam ajang bergengsi SYRCC (mansacil Youth Red Cross Competition) Season V tingkat Wira se-Provinsi Banten yang dihelat di MAN 1 Kota Cilegon, kontingen Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMK YPWKS Cilegon berhasil memborong dua gelar juara sekaligus usai bersaing ketat dengan 19 kontingen SMA/SMK/MA terbaik dari berbagai penjuru Provinsi Banten.
Ajang SYRCC Season V ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-33 MAN 1 Kota Cilegon. Kompetisi ini menguji kecakapan teknis medis darurat, kepemimpinan lapangan, ketangkasan evakuasi korban, serta keterampilan komunikasi edukatif para relawan muda palang merah di tingkat sekolah menengah atas.
Dua Gelar Juara Bergengsi yang Diraih
Dari berbagai cabang lomba yang dipertandingkan dengan standar penilaian ketat dewan juri PMI, kontingen PMR Wira SMK YPWKS Cilegon sukses mengamankan podium pada dua nomor lomba paling prestisius:
🏆 JUARA 3 – Cabang Pertolongan Pertama (PP) PMR Wira
Tim penolong pertama SMK YPWKS menunjukkan respons cepat tanggap, ketepatan metode triase penilaian korban, kecakapan teknik balut bidai (*bandaging & splinting*), penanganan cedera fraktur dan perdarahan, serta prosedur evakuasi tandu darurat secara terkoordinasi dan aman sesuai standar kepalangmerahan internasional.
🎖️ JUARA HARAPAN 3 – Cabang Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) PMR Wira
Pada cabang PRS, delegasi SMK YPWKS memukau dewan juri lewat pemaparan materi edukatif yang komunikatif, lugas, dan solutif seputar kesehatan reproduksi remaja, pencegahan perilaku berisiko, bahaya penyalahgunaan NAPZA, serta penumbuhan empati konseling sebaya (*peer counselor*) di lingkungan generasi muda vokasi.
Kompetisi Sengit Menghadapi 19 Sekolah Terbaik se-Banten
Perjalanan menuju podium juara tentu bukan hal yang mudah. Kategori Wira dalam ajang SYRCC Season V diikuti oleh 19 pangkalan sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA ternama se-Provinsi Banten yang masing-masing mengirimkan regu-regu terbaik mereka dengan persiapan matang.
Di bawah bimbingan intensif tim pembina ekstrakurikuler PMR SMK YPWKS Cilegon, para siswa telah menjalani latihan simulasi lapangan berpekan-pekan sebelumnya. Mereka dilatih tidak hanya dalam menghafal teori panduan buku saku PMI, melainkan juga uji ketahanan mental saat menghadapi skenario korban massal, tekanan waktu simulasi kegawatdaruratan, dan sesi tanya-jawab pendalaman materi bersama tim juri.
Menanamkan Nilai K3 Industri dan Solidaritas Kemanusiaan
Kepala SMK YPWKS Cilegon beserta jajaran pimpinan sekolah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang diraih para duta kemanusiaan muda ini.
“Prestasi ini membuktikan bahwa siswa-siswi SMK YPWKS Cilegon tidak hanya unggul pada kompetensi kejuruan teknik dan manajemen perkantoran di bengkel maupun kelas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, keterampilan penyelamatan darurat, dan kepedulian kemanusiaan yang luar biasa. Keterampilan pertolongan pertama sangat relevan dengan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di dunia industri manufaktur moderen,” ungkap perwakilan manajemen sekolah.
Melalui pembinaan ekstrakurikuler kepalangmerahan yang berkelanjutan, SMK YPWKS berkomitmen terus mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, tangguh, berjiwa sosial tinggi, serta siap menjadi pelopor pertolongan pertama di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.
Selamat dan sukses kepada seluruh anggota kontingen, tim pelatih, serta pembina PMR Wira SMK YPWKS Cilegon. Teruslah berkarya, junjung tinggi 7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta jadilah inspirasi kebaikan bagi sesama!






