Program KOLASE (Kolaborasi Sekolah Ekonomi Sirkulasi).
Mengabdi pada Bumi: SMP Islam Al Azhar 27 Cilegon Gelar Program KOLASE Pemilahan dan Penimbangan Sampah
Lingkungan sekolah yang bersih, asri, dan edukatif bukan sekadar impian, melainkan standar utama dalam menciptakan ekosistem pembelajaran modern. Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan sekolah adiwiyata, SMP Islam Al Azhar 27 Cilegon baru saja melaksanakan kegiatan penimbangan dan pemilahan sampah yang dikemas secara edukatif melalui program KOLASE (Kolaborasi Sekolah Ekonomi Sirkulasi). Melalui aksi nyata ini, sekolah yang dikenal luas sebagai SMP Islam Terbaik di Cilegon ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan tidak hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi diwujudkan langsung dalam praktik sehari-hari. Langkah ini sekaligus mempertegas peran sekolah dalam mencetak generasi muda yang sadar lingkungan, mandiri, dan berkarakter kepemimpinan yang kuat. Program ini memastikan bahwa lingkungan sekolah tetap terbebas dari penumpukan sampah liar, bau tidak sedap, dan potensi penyakit. Kategori sekolah sehat bukan hanya berfokus pada sanitasi, melainkan juga kesejahteraan fisik dan mental murid yang tumbuh di lingkungan yang asri dan inklusif. Program KOLASE dapat terlaksana dengan sukses berkat sinergi yang erat antara pihak sekolah, Yayasan, murid, serta peran aktif para orang tua murid. Kebiasaan memilah sampah yang diajarkan di sekolah diteruskan hingga ke rumah, sehingga menciptakan ekosistem pendidikan karakter yang konsisten. Sinergi ini membuktikan bahwa SMP Islam Al Azhar 27 Cilegon terus berinovasi dalam memadukan kurikulum akademik yang unggul dengan pendidikan akhlak serta kepedulian sosial-lingkungan. ""Lingkungan yang bersih adalah fondasi utama dari sekolah sehat. Ketika lingkungan terjaga, pikiran murid menjadi segar dan proses belajar mengajar berlangsung dengan menyenangkan."
Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Siswa Lewat Aksi Pedului Lingkungan
Keterlibatan aktif para murid dalam mengatur alur penimbangan hingga rekapitulasi data memberikan ruang yang sangat luas untuk mengasah jiwa kepemimpinan siswa. Mereka belajar mengambil keputusan, mengatur antrean, serta mengomunikasikan pentingnya pemilahan sampah kepada teman-temannya. Karakter kepemimpinan yang berwawasan lingkungan ini menjadi modal berharga bagi mereka di masa depan.







