CILEGON, smkypwkscilegon.sch.id — Suasana khidmat, tertib, dan penuh kedisiplinan menyelimuti lapangan utama SMK YPWKS Cilegon pada pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih rutin hari Senin, 14 September 2026. Kegiatan upacara bendera merupakan agenda wajib mingguan yang menjadi pilar fundamental dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, dan etika kedisiplinan bagi seluruh civitas akademika di lingkungan sekolah vokasi binaan Yayasan Pendidikan Krakatau Steel.

Sejak pukul 06.45 WIB, ratusan siswa-siswi dari seluruh kompetensi keahlian—Teknik Mesin (TM), Teknik Elektronika/Otomasi Industri (TE), serta Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB)—telah berbaris rapi sesuai peleton masing-masing dengan mengenakan seragam kebanggaan lengkap atribut sekolah. Upacara kali ini dipimpin langsung oleh Bapak Mufti Shofyan selaku Pembina Upacara, sementara mandat amanah petugas pelaksana upacara diemban secara profesional oleh perwakilan kelas XII Manajemen Perkantoran (XII MP).

Penanaman Disiplin, Tanggung Jawab, dan Etika Industri

Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera kelas XII MP berjalan dengan presisi tinggi, kompak, dan menggetarkan hati. Derap langkah tegap para petugas mencerminkan hasil latihan intensif serta dedikasi yang tinggi. Saat bendera perlahan dinaikkan di tiang utama, seluruh peserta upacara serentak memberikan penghormatan penuh diiringi lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara serempak dan membahana oleh tim paduan suara siswa.

Dalam amanat pembina upacara, Bapak Mufti Shofyan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas upacara yang telah menunaikan tugas dengan sempurna. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa esensi upacara bendera di sekolah vokasi bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sarana pembentukan karakter kerja (*work ethic*) dan mentalitas disiplin yang sangat dibutuhkan di dunia industri manufaktur global.

"Disiplin bukan hadir karena paksaan, melainkan buah dari kesadaran diri untuk menghargai waktu, menghormati aturan, dan menjaga tanggung jawab. Di dunia industri modern, keahlian teknis (hard skills) yang tinggi tidak akan bermakna tanpa diimbangi oleh integritas, kepatuhan SOP, dan loyalitas kerja (soft skills). Jadikan setiap detik berdiri di lapangan ini sebagai komitmen menjadi generasi vokasi yang unggul dan berakhlak mulia," tegas Pak Mufti dalam amanatnya.

Penerapan Budaya Kerja 5S / 5R dalam Keseharian Siswa

Sejalan dengan amanat tersebut, manajemen sekolah terus mengintegrasikan budaya industri 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) ke dalam aktivitas harian murid. Upacara bendera hari Senin menjadi titik tolak evaluasi mingguan terhadap ketertiban kehadiran, kebersihan seragam kerja bengkel, serta kepedulian terhadap lingkungan kampus.

Khusus bagi siswa tingkat akhir kelas XII, upacara rutin ini juga menjadi momentum refleksi diri dalam menyongsong Uji Kompetensi Keahlian (UKK) berlisensi BNSP, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta rekrutmen kerja melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK YPWKS. Diharapkan, lulusan SMK YPWKS Cilegon tidak hanya kompeten secara keilmuan teknologi industri, tetapi juga tangguh, berkarakter pancasila, dan memiliki daya saing tinggi di kancah nasional maupun internasional.