Suasana di halaman SD SN YPWKS IV Cilegon pada Selasa pagi, 13 Januari 2026, tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 760 siswa berkumpul dengan antusias, mengenakan busana muslim yang rapi, untuk memperingati peristiwa agung Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Namun, ada yang unik dalam peringatan tahun ini. Jika biasanya kisah perjalanan malam Rasulullah disampaikan melalui ceramah konvensional, kali ini para siswa diajak menyelami sejarah lewat perpaduan seni tutur dan musik mulut modern yaitu Dongeng Beatbox.
Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan yang tertata apik. Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Ibu Yayah Artasiyah, keramahan dan pantun-pantun pembukanya berhasil membakar semangat para siswa sejak awal acara. Dilanjutkan dengan lantunan Ayat Suci Al-Qur'an suasana menjadi syahdu saat Armi Insyirah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Suaranya yang merdu membuat seluruh hadirin terdiam khidmat menyimak kalam Illahi yang mengisahkan peristiwa Isra Mi'raj.
Dalam sambutannya Ibu Widiastuti, selaku Kepala Sekolah SDS YPWKS IV, mengajak seluruh peserta didik untuk memperbaiki diri terutama dalam hal kedisiplinan shalat. Shalat bukan hanya ibadah tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membentuk karakter yg baik.
Hadir sebagai bintang tamu utama, Kak Ihan, seorang pendongeng fenomenal yang dikenal dengan kemampuan beatbox-nya. Begitu naik ke atas panggung, ia langsung menyedot perhatian ratusan pasang mata. Dengan kepiawaiannya menirukan berbagai suara, mulai dari suara derap langkah kaki, desiran angin Padang Pasir, hingga efek suara futuristik yang menggambarkan perjalanan kilat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa Kak Ihan berhasil menghidupkan suasana.
"Belajar sejarah Nabi itu tidak harus membosankan. Lewat irama beatbox, anak-anak jadi lebih fokus dan mudah mengingat poin-poin penting perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha," ujar salah satu guru yang mendampingi.
Di sela-sela aksi beatbox dan humor yang mengocok perut, Kak Ihan tetap menyampaikan pesan inti dari peringatan Isra Mi'raj. Ia menekankan pentingnya perintah shalat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW langsung dari Allah SWT. Para siswa diajak untuk memahami bahwa shalat adalah sarana komunikasi terbaik seorang hamba dengan Sang Pencipta. Sebanyak 760 siswa tampak menyimak dengan takjub saat Kak Ihan mengisahkan betapa besarnya cinta Rasulullah kepada umatnya sehingga beliau memperjuangkan keringanan jumlah waktu shalat bagi kita semua.
Acara ditutup dengan penampilan marawis Al Mubarok dari SDS YPWKS IV yang membuat suasana semakin meriah. Gelak tawa dan tepuk tangan riuh menjadi penanda bahwa pesan moral Isra Mi'raj telah sampai ke hati para siswa dengan cara yang menyenangkan.